0821 1257 1589

walk in interview

Ini adalah kesempatan pertamaku menjadi interviewer. Entah kenapa boss besar mempercayaiku. Yah,walaupunsebelumnya aku memang biasa membawakan training ataupun menjadi pembicara. Tapi itukancuma khusus area jurnalistik ataupun musik saja dan bukan untuk perusahaan.
Kemarin saat pertamaku menginterview puluhan pelamar yang pendidikannya jelas diatas pendidikanku. Aku yang hanya lulusan SMA mewawancarai para pelamar yang rata-rata sudah sarjana. Awalnya aku gugup, namun saat pelamar masuk ruangan tingkah mereka justru membuatku geli. Ada yang masuk dengan mengetuk pintu ruanganku dan mengucapkan salam lalu bilang
“maaf, apakah saya boleh masuk?”
langsung saja kujawab
”boleh, memangnya cari siapa mas?”
“saya minta diinterview sama bapak yang namanya ridwan”



“menurut mas bapak ridwan ada disini gak?”
“bukannya mas yang punya nama bapak ridwan?”
“apa saya kelihatan kaya bapak-bapak?”
“nggak mas,”
“lalu?”
“kata mbak-mbak didepan ini ruangannya bapak ridwan”
“ya… silahkan masuk!”
Sungguh menggelikan, ternyata orang itu seorang Sarjana Pendidikan Islam, namun lagaknya kok katro gitu.
Pelamar kedua kuharap seorang yang lebih percaya diri dan gak kaku kaya tadi. Karena dari daftar nama dan pendidikannya sepertinya orang selanjutnya bagus. Dan benar saja awalnya memang bagus, cara bicaranya meyakinkan. Namun, saat praktek komputer (dia sarjana komputer) ternyata dia cuma kuasai Microsoft word (itupun sebatas ngetik)
Pelamar yang cantik dan genitpun ada. Bahkan, rayuannya sungguh maut dan hampir buatku mabuk kepayang. Saat menulis diatas white board dengan manjanya dia benahi rokmininya didepanku.dia gak sadar kalo ada kamera CCTV (akupun gak berani macam-macam karna selli bisa ngamuk)
Ada juga pelamar yang sok akrab.
“bapak ridwan ini anggota yahoo answer yah?”
“ya, kok tau?”
“nama bapak cukup terkenal didunia maya, saya kan add FB bapak. Oh iya saya dengar bapak baru jadian dengan sherly yah? Slamat yah!” (dengan nada menjilat)

Respond For " walk in interview "